Klasifikasi Kebakaran berdasarkan NFPA Amerika
Kebakaran
adalah salah satu hal yang menjadi momok bagi sebagian besar orang. Kebakaran
kerap sekali menjadi hal yang sangat menakutkan bagi sebagian besar orang.
Kebakaran itu sendiri diklasifikasikan atau dikategorikan berdasarkan pada
sumber dan penyebab dari munculnya api itu sendiri. Bagi seorang pengguna alat
pemadam, penting untuk mereka memahami klasifikasi kebakaran sebelum
menggunakan alat pemadam api yang benar.
Dimana untuk
klasifikasi kebakaran itu sendiri harus didasarkan pada klasifikasi berkelas
internasional, supaya para pengguna tidak salah memilih alat untuk memadamkan
api. Klasifikasi yang didasarkan pada kelas internasional itu bisa dilihat dari
NFPA atau National Fire Protection Association dari Amerika Serikat.
NFPA itu
sendiri baru – baru ini telah membagi klasifikasi kebakaran itu sendiri menjadi
6 bagian, yaitu:
·
Kebakaran kelas A
·
Kebakaran kelas B
·
Kebakaran kelas C
·
Kebakaran kelas D
·
Kebakaran kelas E
·
Kebakaran kelas K
Dengan
memahami klasifikasi dari kebakaran itu sendiri akan membantu para pengguna
untuk memilih media untuk memadamkan api yang efektif untuk memadamkan
terjadinya api dan kebakaran berdasarkan pada sumber apinya itu sendiri. Dengan
begitu, para pengguna bisa menentukan sendiri seberapa besarkah tingkat
keamanan dari sebuah media pemadam kebakaran untuk memadamkan api didasarkan
pada penyebab dari kebakaran itu sendiri.
Berikut ini
adalah beberapa klasifikasi kebakaran didasarkan pada NFPA yang wajib dipahami
oleh pengguna pemadam kebakaran, supaya bisa menggunakan media pemadam
kebakaran dengan cara yang lebih efektif, antara lain:
Kebakaran Kelas A
Yang menjadi
penyebab dari kebakaran di kelas A ini meliputi kertas kain, plastic, dan kayu. Jenis ini tergolong
pada benda padat dan non logam. Maka untuk mengatasinya diperlukan alat pemadam
dari air, pasir, uap air, busa, Co2, serbuk kimia yang kering, dan cairan
kimia.
Kebakaran Kelas B
Penyebab dari
kebakaran kelas ini adalah metana, solar, dan amoniak. Kelas ini tergolong pada
keategori uap, gas, dan cairan. Untuk mengatasinya, diperlukan alat pemadam
dari CO1, serbuk kimia yang kering, dan busa.
Kebakaran Kelas C
Kelas C ini
termasuk dalam listrik. Biasanya penyebabnya dikarenakan adanya arus pendek.
Untuk mengatasinya, diperlukan alat pemadam dari CO2, uap air, dan serbuk kimia
kering.
Kebakaran Kelas D
Untuk kelas D
disini meliputi bahan logam, yang termasuk seperti tembaga, besi, alumunium,
dan baja. Sedangkan untuk alat pemadam yang cocok untuk mengatasinya adalah dari
serbuk kimia sodium dan grafit.
Kebakaran Kelas E
Kelas E disini
adalah bahan – bahan dari radioaktif.
Kebakaran Kelas K
Kelas ini
berasal dari lemak dan minyak masakan.
Nah, itulah
beberapa hal terkait dengan klasifikasi kebakaran berdasarkan NFPA yang wajib
Anda pahami. Karena setiap alat pemadam kebakaran yang Anda gunakan itu
semuanya memiliki tugas dan fungsinya masing – masing. Dimana ada beberapa alat
pemadam yang bisa dipakai untuk memadamkan api dikarenakan oleh korsleting
listrik, ada pula yang tidak diperbolehkan digunakan untuk kebakaran yang
disebabkan oleh korsleting listrik.
Maka dari
itulah, supaya tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, akan lebih baik
bila setiap pengguna harus memperhatikan kategori dari penyebab terjadinya kebakaran
dan mengetahui bahan – bahan yang aman yang digunakan pada alat pemadam
kebakaran untuk mengetahui alat manakah yang paling aman dipakai untuk pengguna
alat, yang ingin segera melakukan pemadaman terhadap kebakaran yang sedang
terjadi.
0 komentar