Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Klasifikasi Kebakaran berdasarkan NFPA Amerika

23.12 Patigeni 0 Comments Category : , ,

Kebakaran adalah salah satu hal yang menjadi momok bagi sebagian besar orang. Kebakaran kerap sekali menjadi hal yang sangat menakutkan bagi sebagian besar orang. Kebakaran itu sendiri diklasifikasikan atau dikategorikan berdasarkan pada sumber dan penyebab dari munculnya api itu sendiri. Bagi seorang pengguna alat pemadam, penting untuk mereka memahami klasifikasi kebakaran sebelum menggunakan alat pemadam api yang benar.

Dimana untuk klasifikasi kebakaran itu sendiri harus didasarkan pada klasifikasi berkelas internasional, supaya para pengguna tidak salah memilih alat untuk memadamkan api. Klasifikasi yang didasarkan pada kelas internasional itu bisa dilihat dari NFPA atau National Fire Protection Association dari Amerika Serikat.
NFPA itu sendiri baru – baru ini telah membagi klasifikasi kebakaran itu sendiri menjadi 6 bagian, yaitu:

·         Kebakaran kelas A
·         Kebakaran kelas B
·         Kebakaran kelas C
·         Kebakaran kelas D
·         Kebakaran kelas E
·         Kebakaran kelas K

Dengan memahami klasifikasi dari kebakaran itu sendiri akan membantu para pengguna untuk memilih media untuk memadamkan api yang efektif untuk memadamkan terjadinya api dan kebakaran berdasarkan pada sumber apinya itu sendiri. Dengan begitu, para pengguna bisa menentukan sendiri seberapa besarkah tingkat keamanan dari sebuah media pemadam kebakaran untuk memadamkan api didasarkan pada penyebab dari kebakaran itu sendiri.
Berikut ini adalah beberapa klasifikasi kebakaran didasarkan pada NFPA yang wajib dipahami oleh pengguna pemadam kebakaran, supaya bisa menggunakan media pemadam kebakaran dengan cara yang lebih efektif, antara lain:
Kebakaran Kelas A
Yang menjadi penyebab dari kebakaran di kelas A ini meliputi kertas  kain, plastic, dan kayu. Jenis ini tergolong pada benda padat dan non logam. Maka untuk mengatasinya diperlukan alat pemadam dari air, pasir, uap air, busa, Co2, serbuk kimia yang kering, dan cairan kimia.
Kebakaran Kelas B
Penyebab dari kebakaran kelas ini adalah metana, solar, dan amoniak. Kelas ini tergolong pada keategori uap, gas, dan cairan. Untuk mengatasinya, diperlukan alat pemadam dari CO1, serbuk kimia yang kering, dan busa.
Kebakaran Kelas C
Kelas C ini termasuk dalam listrik. Biasanya penyebabnya dikarenakan adanya arus pendek. Untuk mengatasinya, diperlukan alat pemadam dari CO2, uap air, dan serbuk kimia kering.
Kebakaran Kelas D
Untuk kelas D disini meliputi bahan logam, yang termasuk seperti tembaga, besi, alumunium, dan baja. Sedangkan untuk alat pemadam yang cocok untuk mengatasinya adalah dari serbuk kimia sodium dan grafit.
Kebakaran Kelas E
Kelas E disini adalah bahan – bahan dari radioaktif.
Kebakaran Kelas K
Kelas ini berasal dari lemak dan minyak masakan.
Nah, itulah beberapa hal terkait dengan klasifikasi kebakaran berdasarkan NFPA yang wajib Anda pahami. Karena setiap alat pemadam kebakaran yang Anda gunakan itu semuanya memiliki tugas dan fungsinya masing – masing. Dimana ada beberapa alat pemadam yang bisa dipakai untuk memadamkan api dikarenakan oleh korsleting listrik, ada pula yang tidak diperbolehkan digunakan untuk kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik.

Maka dari itulah, supaya tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, akan lebih baik bila setiap pengguna harus memperhatikan kategori dari penyebab terjadinya kebakaran dan mengetahui bahan – bahan yang aman yang digunakan pada alat pemadam kebakaran untuk mengetahui alat manakah yang paling aman dipakai untuk pengguna alat, yang ingin segera melakukan pemadaman terhadap kebakaran yang sedang terjadi.

RELATED POSTS

0 komentar